Tak salah kiranya tokoh lintas agama berteriak lantang, bahwa negeri kita ini sudah krisis moral. Pemerintah atau pemimpin yang harusnya menjadi panutan, kini malah memberikan contoh yang buruk bagi rakyatnya. Seorang atasan yang idealnya menjadi panutan bagi bawahan, justru berbuat sebaliknya. Tak ada lagi kini yang menjadi panutan bagi rakyat jelata. Rakyat pun sudah pesimistis dibuatnya.
Masih segar di ingatan kita akan janji SBY saat dilantik jadi Presiden bahwa pemerintahannya akan menjadi ujung tombak dalam pemberantasan korupsi.Tapi tidak lama setelah itu kasus demi kasus bermunculan,mulai dari korupsi kecil-kecilan sampai yang kelas kakap.Terakhir yang lagi santer diberitkan oleh media massa adalah keterlibatan beberapa petinggi partai demokrat yang nota bene adalah partai yang sedang berkuasa yang dipimpin sendiri oleh Susilo Bambang Yudoyono.Yang lebih membuat kita terkejut adalah berita bahwa partai democrat mengendalikan uang sebesar Rp.41 Triliun.Dari mana uang sebanyak ini didapat oleh partai demokrat?????. Belum lagi korupsi yang dilakukan oleh pejabat-pejabat daerah mulai dari gubernur,bupati sampai ke lurah dan kepala jorong seperti yang lazim kita dengar di berita setiap hari.
Rakyat miskin kini semakin susah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tak heran, kini banyak rakyat “banting setir” menjadi perampok, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka melakukan tindakan melawan hukum yang semestinya haram untuk mereka lakukan.
Baca selengkapnya..
Cari Tulisan
Rabu, 25 Mei 2011
Minggu, 22 Mei 2011
Siapakah yang bisa menyetop penyebaran pornography?
Jendela Hati
Siapakah yang tidak tahu pornography, anak-anak kecil sekalipun sudah kenal akrab sang pelaku sebelum beritanya disiarkan dimana-mana, tentu saja karena media yang ramah pada anak-anak, menyediakan informasi tanpa melihat jam tidur siang anak-anak dan akhirnya membuat anak-anak menjadi dewasa sebelum waktunya.
Suatu hari, aku ke plaza dan sambil jalan-jalan sore (ceritanya ngadem karena memang udara di jakarta sangat terik dan sambil menunggu kawan, aku masuk plaza dan ngadem saja), tak lama aku melewati sebuah toko yang mungil namun subhanalloh, tayangan pornography telihat jelas, dari lekuk-lekuknya sampai warnanya, dan hal itu membuat aku bergidik, “alhamdulillah aku gak bawa anak-anak,” karena sliuet patung wanita berpakaian super minim membuat hatiku terasa nyeri.
Namun rasa alhamdulillah tidak berlangsung lama, karena ada anak kecil berusia tujuh tahun, tertawa mengikik dengan kawannya, mungkin berusia sama, sambil menunjuk-nunjuk gambar wanita pakai bikini di toko pakaian dalam tersebut. Mereka menunjuk-nunjuk aurat wanita yang menonjol, sejenak hatiku menjadi tidak enak, dan kembali lintas bayangku kepada film kartun yang ditonton anakku, dan teringat bagaimana artis Indonesia dengan auratnya yang menonjol disana sini menayangkan iklan kopi. Apa sih hubungannya antara iklan kopi dengan sang wanita, dan itu dilakukan ditengah pemutaran film spongebob, sekali lagi kukatakan miris!
Malam itu aku pulang, dan teringat ketika pergi umrah dan melewati sebuah pertokoan (aku memang senang ngadem -menikmati dinginnya kaca di pertokoan), sebutlah dengan nama zam zam tower, sebuah tower yang pas berada di depan masjidil haram, dan lagi-lagi aku terperangah, kasihan pada para lelaki beriman yang hatinya sengsara dengan keimanan, karena di lantai dasar tersebut, terpampang dengan cueknya toko busana pakaian dalam wanita, dan itu adalah satu-satunya toko yang dengan gagah berani mengeluarkan patung wanita setengah badan (kepalanya tidak ada), yang menunjukkan lekuk-lekuk tubuh wanita dengan sangat menonjol.
Aduuh, mau marah sama siapa, ini bukan negara saya, namun ketika suatu hari aku menemui sebuah internet cafe, yang dipenuhi banyak anak yang mengupload sebuah cd porno baru, aku langsung berteriak dengan gagah berani juga : “Aduuh… kalian pulang saja deh, saya ni pengawas sekolah lho, ayo pulang, itu tontonan yang haram, ayo, pulang sana..” dengan wajah garang saya mengusir serombongan anak-anak SMP dan SMU seraya memarahi yang punya internet “mas nyadar gak sih, kalau nyediakan barang haram kan, uangnya juga haram, ni, saya ganti uangnya anak-anak, sambil menyorongkan Rp 50.000, kemudian sekali lagi dengan gagah berani saya bilang : “ besok saya bawa polisi lho, karena mas terlibat dalam kasus penyebaran film pornography, dan saya berjanji dalam hati, diam-diam saya akan datang lagi besok dan memakai baju safari warna coklat pakaian dinas saya sebagai guru sekolah negeri.
Duh, rasanya pengen deh, jadi pejabat, agar bisa bebas marahin orang-orang yang mendownload pornography dan melarang anak-anak sekolahan yang ramai-ramai ke warnet untuk melihat adegan pornography. Siapa yang mau mengangkat saya ya.. jadi terpikir, ini kali yaa, gunanya perempuan jadi caleg, paling tidak bisa mampu bertindak bebas merdeka, paling kurang menghentikan perburuan maksiat yang marak di warung internet. Baca selengkapnya..
Siapakah yang tidak tahu pornography, anak-anak kecil sekalipun sudah kenal akrab sang pelaku sebelum beritanya disiarkan dimana-mana, tentu saja karena media yang ramah pada anak-anak, menyediakan informasi tanpa melihat jam tidur siang anak-anak dan akhirnya membuat anak-anak menjadi dewasa sebelum waktunya.
Suatu hari, aku ke plaza dan sambil jalan-jalan sore (ceritanya ngadem karena memang udara di jakarta sangat terik dan sambil menunggu kawan, aku masuk plaza dan ngadem saja), tak lama aku melewati sebuah toko yang mungil namun subhanalloh, tayangan pornography telihat jelas, dari lekuk-lekuknya sampai warnanya, dan hal itu membuat aku bergidik, “alhamdulillah aku gak bawa anak-anak,” karena sliuet patung wanita berpakaian super minim membuat hatiku terasa nyeri.
Namun rasa alhamdulillah tidak berlangsung lama, karena ada anak kecil berusia tujuh tahun, tertawa mengikik dengan kawannya, mungkin berusia sama, sambil menunjuk-nunjuk gambar wanita pakai bikini di toko pakaian dalam tersebut. Mereka menunjuk-nunjuk aurat wanita yang menonjol, sejenak hatiku menjadi tidak enak, dan kembali lintas bayangku kepada film kartun yang ditonton anakku, dan teringat bagaimana artis Indonesia dengan auratnya yang menonjol disana sini menayangkan iklan kopi. Apa sih hubungannya antara iklan kopi dengan sang wanita, dan itu dilakukan ditengah pemutaran film spongebob, sekali lagi kukatakan miris!
Malam itu aku pulang, dan teringat ketika pergi umrah dan melewati sebuah pertokoan (aku memang senang ngadem -menikmati dinginnya kaca di pertokoan), sebutlah dengan nama zam zam tower, sebuah tower yang pas berada di depan masjidil haram, dan lagi-lagi aku terperangah, kasihan pada para lelaki beriman yang hatinya sengsara dengan keimanan, karena di lantai dasar tersebut, terpampang dengan cueknya toko busana pakaian dalam wanita, dan itu adalah satu-satunya toko yang dengan gagah berani mengeluarkan patung wanita setengah badan (kepalanya tidak ada), yang menunjukkan lekuk-lekuk tubuh wanita dengan sangat menonjol.
Aduuh, mau marah sama siapa, ini bukan negara saya, namun ketika suatu hari aku menemui sebuah internet cafe, yang dipenuhi banyak anak yang mengupload sebuah cd porno baru, aku langsung berteriak dengan gagah berani juga : “Aduuh… kalian pulang saja deh, saya ni pengawas sekolah lho, ayo pulang, itu tontonan yang haram, ayo, pulang sana..” dengan wajah garang saya mengusir serombongan anak-anak SMP dan SMU seraya memarahi yang punya internet “mas nyadar gak sih, kalau nyediakan barang haram kan, uangnya juga haram, ni, saya ganti uangnya anak-anak, sambil menyorongkan Rp 50.000, kemudian sekali lagi dengan gagah berani saya bilang : “ besok saya bawa polisi lho, karena mas terlibat dalam kasus penyebaran film pornography, dan saya berjanji dalam hati, diam-diam saya akan datang lagi besok dan memakai baju safari warna coklat pakaian dinas saya sebagai guru sekolah negeri.
Duh, rasanya pengen deh, jadi pejabat, agar bisa bebas marahin orang-orang yang mendownload pornography dan melarang anak-anak sekolahan yang ramai-ramai ke warnet untuk melihat adegan pornography. Siapa yang mau mengangkat saya ya.. jadi terpikir, ini kali yaa, gunanya perempuan jadi caleg, paling tidak bisa mampu bertindak bebas merdeka, paling kurang menghentikan perburuan maksiat yang marak di warung internet. Baca selengkapnya..
Label:
Pendidikan
Jumat, 20 Mei 2011
Mengapa Berbohong, Anakku?
“Ini blackberry siapa..?” ibu bertanya kepada Lina yang hanya diam termangu, dan dengan wajah pucat Lina menjawab tergagap, ”hmm... ini punya kawanku, aku dititipkan olehnya, dan aku.. lupa mengembalikannya..” Dengan tangan gemetaran Lina mencoba mengambil kembali blackberry berwarna putih yang harganya cukup mahal untuk anak seusia Lina yang baru duduk di bangku kelas 6 SD.
Sebagai seorang ibu, nalurinya telah melihat bawhwa ada tanda-tanda kebingungan dan kegelisahan pada anaknya ketika ditanya, dan dibalik kegelisahan anaknya itu, ibu bisa mengerti bahwa anaknya telah berdusta dan menyembunyikan sesuatu yang tidak ingin diketahui oleh ibunya.
Namun sebagai ibu, ibu Iin sangat bijaksana. Dia tidak memaksa anaknya untuk mengakuinya, dia diam saja dan perlahan menyerahkan pada anaknya blackberry yang masih nampak baru dan lucu, karena dilapisi chasing atau penutup blackberry berwarna pink yang sangat imut dan cantik.
Dengan lembut ibu memberikan kembali blackberry tersebut pada Lina. Lina pun menerima dengan senang hati. Namun Lina nampak merasa bersalah yang sangat karena sudah membohongi ibunya yang sangat pengertian dan baik hati. Walaupun ibu diam saja, namun Lina tahu bahwa ibu tahu dan mengerti sesuatu, namun ibu tidak marah, malah Lina yang merasa tidak enak.
Lina pun menyimpan blackberrynya dengan baik di dalam laci lemari, kemudian setelah menenangkan dirinya, Lina perlahan keluar dan berdoa semoga ayah tidak tahu dan tidak marah-marah yang akan membuat perasaannya semakin merasa tidak enak. Diam-diam Lina berencana akan mengakui perbuatannya dan mengatakan pada ibu bahwa dia ingin sekali memiliki blackberry, namun karena khawatir ibu tidak kasih, selain harganya yang sangat mahal, juga karena Lina yang sekarang sudah berusia kelas 6, akan mengikuti ujian akhir nasional dan UAS yang akan diadakan 4 bulan lagi. Ayah dan ibu Lina sudah pasti tidak akan mau membelikan blackberry karena khawatir Lina akan bermain terus dengan blackberrynya.
Dikarenakan keinginan Lina yang sangat besar untuk memiliki blackberry, Lina pun mengumpulkan uang dan meminta pada tente serta neneknya ketika lebaran kemarin untuk menambah uang ampawnya (uang saku yang diberikan ketika berlebaran), dan pada saat itu Lina merasakan perasaan yang sangat bersalah sekali. Ibu hanya diam saja, dan bersikap seakan-akan tidak ada apa-apa, namun karena Lina dibesarkan dalam sebuah keluarga yang selalu terbuka dan tidak pernah berbohong, maka perlakuan ibu yang diam saja dan tidak menuduh serta tidak marah, bahkan dengan tidak menyerang dengan kalimat yang menyakitkan lalu mendiamkan Lina seakan Lina tidak bersalah apa-apa, membuat Lina akhirnya mengaku. Tidak lama kemudian Lina bertekad menyerahkan blackberrynya kepada ibunya yang memang bukan milik kawannya. Setelah sholat magrib, di dalam hatinya, Lina membulatkan tekadnya untuk memberikan blackberrynya pada ibu, dimana ibu menerimanya dengan senang hati.
“Lina mau blackberry ini?” ibu bertanya hati hati. “ibu tahu ini bukan punya Lina..”? Lina bertanya takut-takut tanpa memandang wajah ibunya. “Ibu tidak tahu, apakah ini punya Lina atau bukan, karena setahu ibu, Lina tidak pernah minta dibelikan dan ibu serta ayahpun juga belum pernah membelikan blackberry seperti ini karena belum waktunya,” ibu menjawab dengan tenang. Akhirnya Lina menangis dan dengan suara terisak-isak, Lina mengakui semua kesalahannya dan berjanji untuk memberitahu ibu bila dia menginginkan sesuatu dan minta ijin kepada ibu bila akan membeli sesuatu.
Ternyata teguran yang lembut sungguh sangat efektif bagi seorang anak bila melakukan kesalahan daripada teguran yang penuh dengan kekerasan, menyakitkan dan teriakan serta tuduhan yang malah akan membuat sang anak merasa benci dan membuat benteng dalam dirinya. Sehingga untuk tahap selanjutnya bukannya penyelesaian yang baik yang didapat, namun penyelesaian dengan cara yang tidak menyenangkan, bahkan bisa jadi akan terjadi perang dingin dan ketidaknyamanan yang terjadi diantara ibu dan anak.
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS: Ali Imran: 159)
Thursday, 23 December 2010 | Jendela Hati
Diterbitkan kembali oleh : Zulfahmi Baca selengkapnya..
Sebagai seorang ibu, nalurinya telah melihat bawhwa ada tanda-tanda kebingungan dan kegelisahan pada anaknya ketika ditanya, dan dibalik kegelisahan anaknya itu, ibu bisa mengerti bahwa anaknya telah berdusta dan menyembunyikan sesuatu yang tidak ingin diketahui oleh ibunya.
Namun sebagai ibu, ibu Iin sangat bijaksana. Dia tidak memaksa anaknya untuk mengakuinya, dia diam saja dan perlahan menyerahkan pada anaknya blackberry yang masih nampak baru dan lucu, karena dilapisi chasing atau penutup blackberry berwarna pink yang sangat imut dan cantik.
Dengan lembut ibu memberikan kembali blackberry tersebut pada Lina. Lina pun menerima dengan senang hati. Namun Lina nampak merasa bersalah yang sangat karena sudah membohongi ibunya yang sangat pengertian dan baik hati. Walaupun ibu diam saja, namun Lina tahu bahwa ibu tahu dan mengerti sesuatu, namun ibu tidak marah, malah Lina yang merasa tidak enak.
Lina pun menyimpan blackberrynya dengan baik di dalam laci lemari, kemudian setelah menenangkan dirinya, Lina perlahan keluar dan berdoa semoga ayah tidak tahu dan tidak marah-marah yang akan membuat perasaannya semakin merasa tidak enak. Diam-diam Lina berencana akan mengakui perbuatannya dan mengatakan pada ibu bahwa dia ingin sekali memiliki blackberry, namun karena khawatir ibu tidak kasih, selain harganya yang sangat mahal, juga karena Lina yang sekarang sudah berusia kelas 6, akan mengikuti ujian akhir nasional dan UAS yang akan diadakan 4 bulan lagi. Ayah dan ibu Lina sudah pasti tidak akan mau membelikan blackberry karena khawatir Lina akan bermain terus dengan blackberrynya.
Dikarenakan keinginan Lina yang sangat besar untuk memiliki blackberry, Lina pun mengumpulkan uang dan meminta pada tente serta neneknya ketika lebaran kemarin untuk menambah uang ampawnya (uang saku yang diberikan ketika berlebaran), dan pada saat itu Lina merasakan perasaan yang sangat bersalah sekali. Ibu hanya diam saja, dan bersikap seakan-akan tidak ada apa-apa, namun karena Lina dibesarkan dalam sebuah keluarga yang selalu terbuka dan tidak pernah berbohong, maka perlakuan ibu yang diam saja dan tidak menuduh serta tidak marah, bahkan dengan tidak menyerang dengan kalimat yang menyakitkan lalu mendiamkan Lina seakan Lina tidak bersalah apa-apa, membuat Lina akhirnya mengaku. Tidak lama kemudian Lina bertekad menyerahkan blackberrynya kepada ibunya yang memang bukan milik kawannya. Setelah sholat magrib, di dalam hatinya, Lina membulatkan tekadnya untuk memberikan blackberrynya pada ibu, dimana ibu menerimanya dengan senang hati.
“Lina mau blackberry ini?” ibu bertanya hati hati. “ibu tahu ini bukan punya Lina..”? Lina bertanya takut-takut tanpa memandang wajah ibunya. “Ibu tidak tahu, apakah ini punya Lina atau bukan, karena setahu ibu, Lina tidak pernah minta dibelikan dan ibu serta ayahpun juga belum pernah membelikan blackberry seperti ini karena belum waktunya,” ibu menjawab dengan tenang. Akhirnya Lina menangis dan dengan suara terisak-isak, Lina mengakui semua kesalahannya dan berjanji untuk memberitahu ibu bila dia menginginkan sesuatu dan minta ijin kepada ibu bila akan membeli sesuatu.
Ternyata teguran yang lembut sungguh sangat efektif bagi seorang anak bila melakukan kesalahan daripada teguran yang penuh dengan kekerasan, menyakitkan dan teriakan serta tuduhan yang malah akan membuat sang anak merasa benci dan membuat benteng dalam dirinya. Sehingga untuk tahap selanjutnya bukannya penyelesaian yang baik yang didapat, namun penyelesaian dengan cara yang tidak menyenangkan, bahkan bisa jadi akan terjadi perang dingin dan ketidaknyamanan yang terjadi diantara ibu dan anak.
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS: Ali Imran: 159)
Thursday, 23 December 2010 | Jendela Hati
Diterbitkan kembali oleh : Zulfahmi Baca selengkapnya..
Label:
Pendidikan
Rabu, 18 Mei 2011
Pendukung Soehartoisme Mulai Beraksi, Nyatakan Siap Tegakkan Lima Ajaran Soeharto
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Koordinator Nasional Aliansi Soehartois Patriot Pelopor Pembangunan Republik Indonesia, Jantje Worotitjan menegaskkan, pihaknya akan konsisten berjuang menegakkan ajaran Soeharto yang diformulasikan ke dalam "lima pilar Soehartoisme".
"Lima Pilar dimaksud, ialah, Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bhineka Tunggal Ika, Kerukunan Umat Beragama," katanya, Rabu.
Selaku Koordinator Nasional (Kornas) Aliansi Soehartois Patriot Pelopor Pembangunan Republik Indonesia (ASPPPRI), ia juga mengingatkan kepada seluruh 'slag orde' di seluruh pelosok Nusantara, agar tidak ada tawar menawar lagi dengan 'Lima Pilar Soehartoisme' yang bersandar pada ajaran Presiden ke-2 RI ini.
"Tidak bisa ada ideologi lain di negeri kebangsaan yang bhineka dan bersatu ini. Segala macam bentuk penyesatan, apakah itu melalui pancingan perilaku 'hedon' ataupun dengan memanipulasi agama, tak akan pernah dilayani kaum Soehartois," tegasnya lagi.
Karenanya kepada seluruh aktivis ASPPPRI, Jantje Worotitjan juga mengingatkan agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi pihak-pihak pengganggu laten, baik ekstrim kiri maupun esktrim kanan.
"Namanya ideologi atau paham ekstrim, apakah kiri atau pun kanan, harus ditolak, karena tak sesuai dengan nurani yang sesungguh-sungguhnya dari kaum nasionalis Pancasila, termasuk kaum Soehartois," tandasanya.
Mantan presiden Soeharto kembali dapat 'angin' dalam sepekan terakhir gara-gara survei Indo Barometer terkait presiden yang disukai publik. Presiden Soeharto menempati urutan pertama sebagai presiden yang paling disukai publik.
Sebanyak 36,54 persen dari 1.200 responden di seluruh Indonesia memilih Presiden Soeharto. Di bawah Soeharto barulah SBY. Dan berturut-turut Soekarno, Megawati, dan BJ Habibie serta Gus Dur.
Berkaitan dengan kesukaan publik itu pula, ketika responden ditanya presiden mana yang paling berhasil, maka jawabannya tetap pada Soeharto. SEbanyak 40,5 persen responden menilai di era Soeharto yang paling berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.
Urutan di bawahnya tetap, yaitu SBY-Soekarno-MEgawati-BJ Habibie, dan Gus Dur. Survei Indo Barometer ini memiliki margin error sebesar plus minus tiga persen.
Rabu, 18 Mei 2011 11:29 WIB
Redaktur: Stevy Maradona
Sumber: Antara Baca selengkapnya..
"Lima Pilar dimaksud, ialah, Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bhineka Tunggal Ika, Kerukunan Umat Beragama," katanya, Rabu.
Selaku Koordinator Nasional (Kornas) Aliansi Soehartois Patriot Pelopor Pembangunan Republik Indonesia (ASPPPRI), ia juga mengingatkan kepada seluruh 'slag orde' di seluruh pelosok Nusantara, agar tidak ada tawar menawar lagi dengan 'Lima Pilar Soehartoisme' yang bersandar pada ajaran Presiden ke-2 RI ini.
"Tidak bisa ada ideologi lain di negeri kebangsaan yang bhineka dan bersatu ini. Segala macam bentuk penyesatan, apakah itu melalui pancingan perilaku 'hedon' ataupun dengan memanipulasi agama, tak akan pernah dilayani kaum Soehartois," tegasnya lagi.
Karenanya kepada seluruh aktivis ASPPPRI, Jantje Worotitjan juga mengingatkan agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi pihak-pihak pengganggu laten, baik ekstrim kiri maupun esktrim kanan.
"Namanya ideologi atau paham ekstrim, apakah kiri atau pun kanan, harus ditolak, karena tak sesuai dengan nurani yang sesungguh-sungguhnya dari kaum nasionalis Pancasila, termasuk kaum Soehartois," tandasanya.
Mantan presiden Soeharto kembali dapat 'angin' dalam sepekan terakhir gara-gara survei Indo Barometer terkait presiden yang disukai publik. Presiden Soeharto menempati urutan pertama sebagai presiden yang paling disukai publik.
Sebanyak 36,54 persen dari 1.200 responden di seluruh Indonesia memilih Presiden Soeharto. Di bawah Soeharto barulah SBY. Dan berturut-turut Soekarno, Megawati, dan BJ Habibie serta Gus Dur.
Berkaitan dengan kesukaan publik itu pula, ketika responden ditanya presiden mana yang paling berhasil, maka jawabannya tetap pada Soeharto. SEbanyak 40,5 persen responden menilai di era Soeharto yang paling berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.
Urutan di bawahnya tetap, yaitu SBY-Soekarno-MEgawati-BJ Habibie, dan Gus Dur. Survei Indo Barometer ini memiliki margin error sebesar plus minus tiga persen.
Rabu, 18 Mei 2011 11:29 WIB
Redaktur: Stevy Maradona
Sumber: Antara Baca selengkapnya..
Label:
Politik
Televisi Sebagai Guru
Televisi Sebagai Guru
Rabu,18 Mei 2011| Jendela Hati
“Ayoo Dina, coba lihat sini..” seorang ibu dengan sangat lembutnya mencoba untuk mengalihkan perhatian anaknya pada televisi dan mengajak sang anak bermain bola di luar rumah. Namun anak perempuan kecil yang berusia 3 tahun, dengan kuncir dirambutnya dan pipi merah meronanya hanya menggeleng dan berusaha menjauhkan dirinya dari sang ibu yang terus berusaha mengajak sang anak dengan setengah memaksa, lalu, “akhh anak ini, nonton televisi melulu, “ gumam sang ibu. “ Noooo, I don’t want, go, go, goo..” teriak sang anak dengan bahasa Inggris yang cukup fasih.
Sejenak sang ibu terdiam, masya Allah, kok anaknya lancar betul berbahasa Inggris. Usut punya usut ternyata film-film berbahasa Inggris yang diserap sang anak dari sejak masih kecil mampu membuat seorang anak ikut dan mengikuti percakapan yang terdengar oleh telinga si anak, walau mungkin tidak terjadi pada semua anak yang menonton film kartun. Namun film kartun yang masih menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, mampu membuat anak mengerti dan meniru percakapan singkat dalam bahasa Inggris terhadap film kartun yang dilihat sang anak, asalkan film kartun tersebut dipilihkan oleh sang ibu yang cukup membuat anak memahami bahasa Inggris dalam kalimat yang cukup sederhana.
Selain merupakan talent juga, bakat bahasa dari sang anak itu sendiri ada secara personal. Namun menonton televisi dalam bahasa Inggris berarti menonton acara anak-anak dalam versi barat yang tentu saja bukan hanya bahasa yang tersaji, namun juga nilai-nilai dan akhlak, pola tingkah laku, pakaian, penampilan dan lain-lain. Semua hal itu memerlukan juga bimbingan orang tua yang tentu saja sang orang tua harus bijak dalam menyikapi dan menjawab pertanyaan anak bila ada acara televisi edisi bahasa Inggris yang tidak dimengerti oleh sang anak, agar mereka tidak salah persepsi terhadap apa yang dilihatnya.
Diterbitkan Oleh: Zulfahmi Baca selengkapnya..
Rabu,18 Mei 2011| Jendela Hati
“Ayoo Dina, coba lihat sini..” seorang ibu dengan sangat lembutnya mencoba untuk mengalihkan perhatian anaknya pada televisi dan mengajak sang anak bermain bola di luar rumah. Namun anak perempuan kecil yang berusia 3 tahun, dengan kuncir dirambutnya dan pipi merah meronanya hanya menggeleng dan berusaha menjauhkan dirinya dari sang ibu yang terus berusaha mengajak sang anak dengan setengah memaksa, lalu, “akhh anak ini, nonton televisi melulu, “ gumam sang ibu. “ Noooo, I don’t want, go, go, goo..” teriak sang anak dengan bahasa Inggris yang cukup fasih.
Sejenak sang ibu terdiam, masya Allah, kok anaknya lancar betul berbahasa Inggris. Usut punya usut ternyata film-film berbahasa Inggris yang diserap sang anak dari sejak masih kecil mampu membuat seorang anak ikut dan mengikuti percakapan yang terdengar oleh telinga si anak, walau mungkin tidak terjadi pada semua anak yang menonton film kartun. Namun film kartun yang masih menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, mampu membuat anak mengerti dan meniru percakapan singkat dalam bahasa Inggris terhadap film kartun yang dilihat sang anak, asalkan film kartun tersebut dipilihkan oleh sang ibu yang cukup membuat anak memahami bahasa Inggris dalam kalimat yang cukup sederhana.
Selain merupakan talent juga, bakat bahasa dari sang anak itu sendiri ada secara personal. Namun menonton televisi dalam bahasa Inggris berarti menonton acara anak-anak dalam versi barat yang tentu saja bukan hanya bahasa yang tersaji, namun juga nilai-nilai dan akhlak, pola tingkah laku, pakaian, penampilan dan lain-lain. Semua hal itu memerlukan juga bimbingan orang tua yang tentu saja sang orang tua harus bijak dalam menyikapi dan menjawab pertanyaan anak bila ada acara televisi edisi bahasa Inggris yang tidak dimengerti oleh sang anak, agar mereka tidak salah persepsi terhadap apa yang dilihatnya.
Diterbitkan Oleh: Zulfahmi Baca selengkapnya..
Label:
Pendidikan
Senin, 16 Mei 2011
UN 2011: AGAM BELUM 100 %
UN 20011 : AGAM BELUM 100%
Walaupun kabupaten Agam untuk tahun ini mengalami peningkatan peringkat tetapi sangat masih ada siswa yang tidak lulus Ujian Nasional (UN). Di kabupaten Agam sebanyak 87 siswa tidak lulus tahun ini.
Hal ini disampaikan sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Agam Ediosman,M.Pd. kepada wartawan, Senin (16/5), usai pengumuman serentak di tiap sekolah di Kabupaten Agam siang tadi.
Dari 87 siswa yang tidak lulus tersebut dirincikan tiga orang bersal dari program IPA, sebanyak 67 orang berasal dari program IPS sedangkan untuk SMK sebanyak 17 orang yang tidak lulus.
Siswa yang tidak lulus di pastikan akan mengulang lagi di Kelas tiga dan mereka akan mengikuti UN pada tahun berikutnya.
"Mereka akan mengikuti UN pada tahun berikutnya apabila mereka telah mengulang duduk di kelas tiga"ulasnya. Baca selengkapnya..
Walaupun kabupaten Agam untuk tahun ini mengalami peningkatan peringkat tetapi sangat masih ada siswa yang tidak lulus Ujian Nasional (UN). Di kabupaten Agam sebanyak 87 siswa tidak lulus tahun ini.
Hal ini disampaikan sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Agam Ediosman,M.Pd. kepada wartawan, Senin (16/5), usai pengumuman serentak di tiap sekolah di Kabupaten Agam siang tadi.
Dari 87 siswa yang tidak lulus tersebut dirincikan tiga orang bersal dari program IPA, sebanyak 67 orang berasal dari program IPS sedangkan untuk SMK sebanyak 17 orang yang tidak lulus.
Siswa yang tidak lulus di pastikan akan mengulang lagi di Kelas tiga dan mereka akan mengikuti UN pada tahun berikutnya.
"Mereka akan mengikuti UN pada tahun berikutnya apabila mereka telah mengulang duduk di kelas tiga"ulasnya. Baca selengkapnya..
Label:
Pendidikan
KEKACAUAN DATA UN TERULANG KEMBALI
PENGOLAHAN DATA UN
PANITIA PUSAT JUGA KACAU BALAU
JAKARTA - Pekerjaan Panitia Pusat Ujian Nasional (Unas) 2011 bertambah. Pemicunya, muncul kekacauan saat nilai hasil unas diumumkan di tingkat sekolahan. Panitia pusat menarget kekacauan tersebut beres setelah sepekan dilaporkan oleh pihak sekolah ke pusat melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov).
Ketua Panitia Pusat Unas 2011 Muhammad Aman Wirakartakusumah kemarin (16/5) menjelaskan, kekacauan nilai Unas ini bukan yang pertama terjadi. "Tahun lalu juga ada," tandasnya. Tapi, dia berkilah panitia pusat mampu menyelesaikan kekacauan nilai Unas tersebut dalam tempo singkat.
Pria yang juga menjadi ketua di Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) itu mengatakan, banyak sekali kemungkinan yang bisa mengakibatkan kekacauan nilai tersebut. Dia lantas mulai meruntut dari tingkat siswa. Aman menjelaskan, siswa yang mendapatkan nilai ganjil, misalnya 00,00 bisa jadi memang sama sekali tidak bisa menjawab dengan benar.
Dugaan selanjutnya adalah, siswa yang bersangkutan terlalu percaya diri dengan kunci jawaban yang berseliweran via SMS. "Kami sudah mengingatkan sebelum Unas, menggunakan kunci jawaban cukup beresiko," tandasnya. Ketidak telitian siswa saat mengisi nomor ujian, nama, dan menandai jawaban juga disinyalir menjadi salah satu penyebab kekacauan tersebut.
Aman lalu membeber pos lain yang berpotensi menjadi pemicu kekacauan nilai Unas. Diantaranya adalah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang bertugas melakukan pemindaian awal lembar jawaban komputer (LJK). Aman menjelaskan, sistem pemindaian menggunakan teknologi komputer yang juga memiliki beberapa kelemahan. Misalnya, komputer tidak bisa membaca LJK yang tercekat cukup buram.
Panitia pusat juga tidak lepas dengan potensi kelalaian yang berpotensi memicu kekacauan nilai tersebut. Dalam skema yang telah ditentukan, panitia pusat bertugas untuk memverifikasi hasil pemindaian yang dilakukan PTN atau panitia tingkat provinsi. "Kita juga akan mengecek apakah kekacauan itu juga berawal dari panitia pusat," tutur Aman.
Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendiknas Mansyur Ramly menjelaskan, pihaknya belum menerima laporan kekacauan lain selain di Surabaya. Dia mengatakan, jika ada kejanggalan dalam hasil penilaian Unas, sekolah bisa wadul ke Pemprov setempat lalu diteruskan ke panitia pusat. "Intinya siswa tidak boleh dirugikan jika (kekacauan) itu karena kesalahan pantia," tandasya.
Dalam kesempatan sebelumnya, Mansyur menjelaskan pengalaman tahun lalu fase pemindaian memang rawan. Ia mencontohkan, tahun lalu hasil pemindaian di seluruh Provinsi Banten di kembalikan karena banyak kekeliruan. Seperti, ada siswa yang ikut Unas tetapi tidak ada hasil pemindaiannya. "Tahun ini tidak ada (hasil pemindaian PTN, red) yang sampai dikembalikan," ucapnya.
Lantas bagaimana nasib siswa-siswa yang kedapatan nilainya hilang atau janggal tersebut? Mansyur mengatakan pihaknya memiliki waktu sekitar satu minggu untuk meng-cross check kejadian itu. Dia menjelaskan akan mengecek langsung ke siswa, PTN, hingga pemerintah setempat.
Jika dipastikan kesalahan ada di panitia dan ternyata nilai siswa tadi melampaui batas minimal kelulusan, maka siswa tadi dinyatakan lulus. Sebaliknya, jika kesalahan di panitia tapi nilai masih di bawah batas minimal kelulusan, siswa tadi tetap tidak lulus. Siswa juga ditetapkan tidak lulus jika kekacauan tadi dipicu kesalahan siswa sendiri.
Mantan rektor ITS itu hanya berpesan bagi siswa yang tidak lulus, dan daerah dengan tingkat kelulusan yang rendah tidak berkecil hati. Nuh mengatakan, hasil Unas ini lantas dilakukan pemetaan kualitas pendidikan dan kemudian diintervensi peningkatannya. (wan)
Baca selengkapnya..
PANITIA PUSAT JUGA KACAU BALAU
JAKARTA - Pekerjaan Panitia Pusat Ujian Nasional (Unas) 2011 bertambah. Pemicunya, muncul kekacauan saat nilai hasil unas diumumkan di tingkat sekolahan. Panitia pusat menarget kekacauan tersebut beres setelah sepekan dilaporkan oleh pihak sekolah ke pusat melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov).
Ketua Panitia Pusat Unas 2011 Muhammad Aman Wirakartakusumah kemarin (16/5) menjelaskan, kekacauan nilai Unas ini bukan yang pertama terjadi. "Tahun lalu juga ada," tandasnya. Tapi, dia berkilah panitia pusat mampu menyelesaikan kekacauan nilai Unas tersebut dalam tempo singkat.
Pria yang juga menjadi ketua di Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) itu mengatakan, banyak sekali kemungkinan yang bisa mengakibatkan kekacauan nilai tersebut. Dia lantas mulai meruntut dari tingkat siswa. Aman menjelaskan, siswa yang mendapatkan nilai ganjil, misalnya 00,00 bisa jadi memang sama sekali tidak bisa menjawab dengan benar.
Dugaan selanjutnya adalah, siswa yang bersangkutan terlalu percaya diri dengan kunci jawaban yang berseliweran via SMS. "Kami sudah mengingatkan sebelum Unas, menggunakan kunci jawaban cukup beresiko," tandasnya. Ketidak telitian siswa saat mengisi nomor ujian, nama, dan menandai jawaban juga disinyalir menjadi salah satu penyebab kekacauan tersebut.
Aman lalu membeber pos lain yang berpotensi menjadi pemicu kekacauan nilai Unas. Diantaranya adalah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang bertugas melakukan pemindaian awal lembar jawaban komputer (LJK). Aman menjelaskan, sistem pemindaian menggunakan teknologi komputer yang juga memiliki beberapa kelemahan. Misalnya, komputer tidak bisa membaca LJK yang tercekat cukup buram.
Panitia pusat juga tidak lepas dengan potensi kelalaian yang berpotensi memicu kekacauan nilai tersebut. Dalam skema yang telah ditentukan, panitia pusat bertugas untuk memverifikasi hasil pemindaian yang dilakukan PTN atau panitia tingkat provinsi. "Kita juga akan mengecek apakah kekacauan itu juga berawal dari panitia pusat," tutur Aman.
Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendiknas Mansyur Ramly menjelaskan, pihaknya belum menerima laporan kekacauan lain selain di Surabaya. Dia mengatakan, jika ada kejanggalan dalam hasil penilaian Unas, sekolah bisa wadul ke Pemprov setempat lalu diteruskan ke panitia pusat. "Intinya siswa tidak boleh dirugikan jika (kekacauan) itu karena kesalahan pantia," tandasya.
Dalam kesempatan sebelumnya, Mansyur menjelaskan pengalaman tahun lalu fase pemindaian memang rawan. Ia mencontohkan, tahun lalu hasil pemindaian di seluruh Provinsi Banten di kembalikan karena banyak kekeliruan. Seperti, ada siswa yang ikut Unas tetapi tidak ada hasil pemindaiannya. "Tahun ini tidak ada (hasil pemindaian PTN, red) yang sampai dikembalikan," ucapnya.
Lantas bagaimana nasib siswa-siswa yang kedapatan nilainya hilang atau janggal tersebut? Mansyur mengatakan pihaknya memiliki waktu sekitar satu minggu untuk meng-cross check kejadian itu. Dia menjelaskan akan mengecek langsung ke siswa, PTN, hingga pemerintah setempat.
Jika dipastikan kesalahan ada di panitia dan ternyata nilai siswa tadi melampaui batas minimal kelulusan, maka siswa tadi dinyatakan lulus. Sebaliknya, jika kesalahan di panitia tapi nilai masih di bawah batas minimal kelulusan, siswa tadi tetap tidak lulus. Siswa juga ditetapkan tidak lulus jika kekacauan tadi dipicu kesalahan siswa sendiri.
Mantan rektor ITS itu hanya berpesan bagi siswa yang tidak lulus, dan daerah dengan tingkat kelulusan yang rendah tidak berkecil hati. Nuh mengatakan, hasil Unas ini lantas dilakukan pemetaan kualitas pendidikan dan kemudian diintervensi peningkatannya. (wan)
Baca selengkapnya..
Label:
Pendidikan


